Newskata.com-Makassar – Menjelang Pemilihan RT/RW dan LPM serentak di Kota Makassar pada Desember 2025, tensi politik di tingkat akar rumput mulai meningkat. Di tengah dinamika tersebut, Direktur Progresif Makassar Affandi Ibrahim, S.Kom, tampil menyuarakan sikap tegas: Kanvaser harus menjadi garda terdepan perubahan dan memenangkan pertarungan di lingkungan.
Affandi menilai bahwa pemilihan RT/RW tahun ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan momentum politik yang menentukan arah komunikasi publik antara pemerintah kota dan warga setelah pelantikan Munafri Arifuddin sebagai Wali Kota Makassar.
Menurutnya, perubahan arah kebijakan di era kepemimpinan Munafri menuntut struktur komunikasi yang lebih rapi, lebih cepat, dan lebih responsif — sesuatu yang selama ini telah menjadi kekuatan Kanvaser dalam menggerakkan masyarakat.
“Ketika Kanvaser memimpin RT/RW, jalur komunikasi pemerintahan berjalan lebih efektif. Persoalan warga bisa naik ke pemerintah kota tanpa hambatan, pelayanan publik bisa dieksekusi lebih sigap, dan dinamika sosial dapat direspon dengan cepat,” tegas Affandi, Selasa (18/11/2025).
Ia menilai, keberadaan Kanvaser di struktur RT/RW merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan reformasi di tingkat kota menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan masuknya mereka dalam kepemimpinan lingkungan, koordinasi antara warga dan Pemkot akan terakselerasi, serta mampu memperkuat stabilitas kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.
Lebih jauh, Affandi memandang bahwa pemilihan RT/RW kali ini adalah ajang konsolidasi kekuatan politik di level paling bawah. Karena itu, ia menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat mendukung Kanvaser yang maju sebagai calon pemimpin lingkungan.
“Kanvaser adalah energi perjuangan dan simpul perubahan. Jika mereka memimpin lingkungan, maka fondasi Makassar yang lebih progresif bisa dibangun dari rumah ke rumah, lorong ke lorong,” ungkapnya.
Meski demikian, Affandi tetap mengingatkan agar seluruh Kanvaser menjaga etika politik, tampil elegan, dan tidak terjebak pada praktik yang dapat menciderai demokrasi.
“Menang itu penting, tapi cara menang lebih penting. Jadilah pemimpin yang mempersatukan warga, bukan yang memecah-belah. Tunjukkan bahwa Kanvaser adalah wajah baru politik yang matang, beradab, dan berorientasi pelayanan,” pesannya.
Affandi menutup dengan pernyataan kuat bahwa perubahan Kota Makassar hanya bisa dimulai dari struktur terdekat dengan masyarakat.
“RT/RW adalah titik mula revolusi pelayanan publik. Dan hanya pemimpin lingkungan yang berintegritas serta terhubung langsung dengan rakyat yang mampu menggerakkan perubahan besar bagi kota ini,” tukasnya.

