Newskata.com-Makassar — Malam Minggu, 23 November 2025, menjadi saksi pertemuan hangat nan penuh makna antara dua figur muda berpengaruh di Sulawesi Selatan. Di sudut sebuah kafe yang tenang di Kota Makassar, Bung Arul — Ketua SAPMA PP Sulawesi Selatan — bertemu dengan Muhammad Gemilang Pagessa, Ketua DPD II KNPI Maros sekaligus Ketua DPRD Maros. Apa yang awalnya tampak sebagai pertemuan santai, berubah menjadi momen penuh pesan, simbol, dan energi baru bagi gerakan pemuda Sulsel.
Dua tokoh ini dikenal sebagai motor penggerak kepemudaan yang tak pernah lelah menggerakkan ide, solidaritas, dan gerakan kolaboratif. Dan malam itu, keduanya duduk berhadapan, berbicara panjang tentang masa depan pemuda Sulawesi Selatan.
Dalam suasana hangat dengan aroma kopi yang menenangkan, Bung Arul membuka percakapan dengan nada penuh optimisme.
“Komunikasi seperti ini harus terus dijaga. Pemuda Sulsel harus tetap solid, dinamis, dan menjadi kekuatan yang benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya, penuh penegasan.
Obrolan keduanya mengalir deras. Gemilang Pagessa, yang selama ini dikenal sebagai legislator muda yang berkarakter tenang namun tegas, menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah. Baginya, pemuda harus menjadi jembatan perubahan, bukan sekadar penonton dinamika zaman.
Keduanya kemudian menyinggung isu yang sempat dihembuskan sejumlah media — bahwa keduanya layak didorong menjadi calon Ketua KNPI Sulawesi Selatan. Namun Gemilang memilih menutup spekulasi tersebut dengan sikap tegas namun elegan.
“Pertemuan ini murni silaturahmi. Tidak ada pembahasan soal pencalonan. Kami fokus pada kepentingan pemuda Sulsel,” katanya menepis isu yang berkembang di luar.
Bung Arul pun memperkuat pernyataan itu. Ia menegaskan bahwa SAPMA PP Sulsel selalu membuka ruang untuk kerja sama dengan siapa pun yang berorientasi pada kemajuan generasi muda.
“Yang terpenting adalah menyatukan visi. Pemuda harus bergerak dengan arah yang jelas dan manfaat yang terasa,” tegasnya.
Namun malam itu bukan hanya tentang gagasan dan strategi. Ada momen mengharukan yang menjadi pusat perhatian. Tepat ketika percakapan mencapai titik yang hangat, Bung Arul tiba-tiba menghadirkan sebuah kue ulang tahun — sebuah kejutan yang ia siapkan khusus untuk sahabatnya, Gemilang, yang berulang tahun pada hari itu.
Gemilang tampak terkejut, namun senyum lebarnya menjelaskan segalanya.
“Ini bentuk penghargaan, persahabatan, dan harapan baik untuk perjalanan panjang kita,” ujar Bung Arul sembari menyerahkan kue itu.
Suasana mendadak berubah menjadi lebih syahdu dan penuh keakraban. Tawa kecil, foto bersama, dan suasana kekeluargaan menutup malam itu, seakan menjadi simbol bahwa silaturahmi pemuda tak hanya dibangun dari gagasan besar, tetapi juga dari ketulusan dan persahabatan yang menggerakkan.
Pertemuan ini berakhir dengan satu komitmen: memperkuat sinergi, memperluas kolaborasi, dan memastikan pemuda Sulawesi Selatan tetap berdiri di garis depan perubahan. Di antara cahaya lampu kafe dan diskusi hangat itu, tersimpan harapan besar bahwa kebangkitan gerakan pemuda Sulsel sedang lahir dari pertemuan sederhana namun penuh makna ini.

