Ketua Panitia (Idham Raihutama) Kepala Sekertariat KNPI Sulsel (Azir) Gebernur Sulsel (Andi Sudirman Sulaiman) Ketua KNPI Sulsel (Nurkanita Kahfi) Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Gerindra (Vonny Ameliani)
Newskata.com- Makassar — Di tengah suhu politik kepemudaan yang mulai memanas, sebuah pertemuan strategis berlangsung dengan intensitas tinggi jelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan ke-XVI. Pertemuan yang dihadiri Ketua Panitia, Kepala Sekretariat KNPI Sulsel, Gubernur Sulawesi Selatan Sudirman Sulaiman, Ketua KNPI Sulsel, serta Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra itu menjadi arena perbincangan mendalam tentang arah gerak pemuda Sulsel ke depan.
Di ruang diskusi itu, suasana seolah terhubung dengan denyut tanah Sulawesi Selatan—tanah beradat yang menyimpan hikmah leluhur dari pesisir Selayar, tebing Toraja, lembah Luwu, dataran Makassar, hingga pegunungan Gowa dan Maros. Tanah yang mengajarkan nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakaingat—menjadi fondasi moral bagi perjalanan KNPI Sulsel yang tidak boleh goyah oleh kepentingan sesaat.
Dalam momentum sarat makna tersebut, Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman berdiri sebagai figur sentral yang menyuarakan seruan tegas, menggelegar, dan penuh daya getar politik.
“Sukseskan Musda Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulsel! Musda ini bukan sekadar forum pemilihan, tetapi panggung penentuan arah masa depan pemuda. Pemuda Sulsel harus melangkah dengan integritas, kebijaksanaan, dan keberanian.”
Nada suara sang Gubernur memecah keheningan, seolah menggema hingga ke tanah para leluhur—menghadirkan kembali semangat para pendahulu Sulawesi Selatan yang dikenal tangguh, berpendirian, dan menjunjung tinggi kehormatan.
Bukan hanya itu, Gubernur juga menegaskan pentingnya ruang bagi perempuan muda.
“Sukseskan Musda Kartini-Kartini Sulsel. Pemuda bergerak, perempuan juga harus maju. Ini era di mana perempuan muda berdiri sejajar, memimpin, dan melahirkan perubahan.”
Pernyataan ini disambut penuh keyakinan oleh para hadirian, memperkuat kesan bahwa KNPI Sulsel tengah berada di gerbang pembaruan besar.
Di sisi lain, Idham selaku Ketua Panitia Musda KNPI Sulsel memberikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Dukungan penuh Bapak Gubernur adalah kekuatan besar bagi kami. Kami siap melaksanakan Musda dengan tertib, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan pemuda Sulawesi Selatan.”
Pernyataan Idham mengalir kuat, seolah menjahit kembali semangat kebersamaan di tanah yang berlapis adat dan budaya ini.
Pertemuan itu menjadi bukti bahwa Musda KNPI Sulsel XVI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik persimpangan penting bagi arah perjalanan gerakan pemuda. Dari meja diskusi itu, lahir tekad bersama untuk menghadirkan Musda yang aman, dinamis, dan bermartabat—sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan leluhur Sulawesi Selatan.
Di tanah yang setiap jengkalnya menyimpan kisah para pendahulu,
di bumi yang memegang adat sebagai nafas,
di wilayah yang memuliakan kehormatan dan keberanian—
gema seruan Gubernur kini bergema lebih lantang:
“Sukseskan Musda KNPI Sulsel!”
Musda ini bukan hanya tentang memilih pemimpin,
tetapi tentang menjaga marwah,
menyambung warisan,
dan mempertegas bahwa pemuda Sulawesi Selatan tidak pernah kehilangan arah.

