Newskata.com-Makassar — Gelombang semangat peningkatan kapasitas pelaku industri kembali menggema di Kota Makassar. Setelah sukses besar pada pelaksanaan angkatan pertama, Workshop Pengelolaan Manajemen Keuangan Bagi Pelaku Industri Angkatan Kedua yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar pada Kamis, 27 November 2025 di Karobosi Premier Hotel Makassar, resmi menjadi salah satu kegiatan pembinaan dengan antusiasme peserta tertinggi sepanjang program pendampingan industri tahun ini.
Sejak pintu registrasi dibuka, puluhan peserta telah memenuhi area ballroom. Bahkan beberapa pelaku usaha mulai berdiri karena kursi yang disediakan tidak lagi mencukupi. Over capacity bukan lagi sekadar angka, tetapi simbol meningkatnya kesadaran pelaku industri Kota Makassar untuk berkembang lebih profesional.
Atmosfer forum berjalan intense, komunikatif, dan progresif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga berdialog langsung dengan narasumber dan pemateri. Diskusi mendalam mengenai strategi pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan yang rapi, hingga pengendalian biaya produksi menjadi topik paling ramai dibicarakan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, Ibu Evy Aprialti, S.E., M.M., hadir langsung membuka kegiatan. Dengan gaya komunikasi yang visioner, elegan, tetapi tetap tegas, beliau menyampaikan pesan yang menggugah:
“Semakin penuh ruangan ini, semakin jelas bahwa pelaku industri Makassar tidak ingin hanya bertahan — tetapi ingin naik kelas. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kita siap memasuki era industri yang lebih terukur dan profesional.”
Beliau menegaskan bahwa manajemen keuangan bukan sekadar rutinitas administrasi, tetapi fondasi arah kebijakan usaha.
“Bisnis yang tidak dicatat tidak bisa dikendalikan. Dan bisnis yang tidak dikendalikan, pasti sulit dikembangkan. Mulai hari ini, jadikan keuangan usaha sebagai kompas, bukan sebagai catatan setelah usaha berjalan,” tegasnya di hadapan peserta.
Tak hanya mengapresiasi peserta, Ibu Evy juga secara khusus memberikan penghargaan atas kinerja tim pelaksana Disperindag Kota Makassar yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan rapi, efisien, dan penuh ketepatan koordinasi.
“Saya bangga atas kerja keras tim Disperindag. Kegiatan ini bukan hanya terselenggara — tetapi tersusun, terkelola, dan terlaksana dengan standar yang baik. Inilah bentuk kerja bersama yang memberikan hasil nyata.”
Sebagai bentuk penghargaan terhadap komitmen peserta, panitia juga menyiapkan cenderamata eksklusif serta starter kit usaha yang dapat dipakai dalam pengelolaan bisnis masing-masing. Momen ini menjadi penutup manis sekaligus tanda bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan tetapi investasi pengetahuan.
Kegiatan angkatan kedua ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pembinaan pelaku industri Makassar memasuki babak transformasi: dari fase edukasi menuju fase pembentukan pola pikir industri yang modern, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
Menutup arahannya, Ibu Evy kembali menyampaikan kalimat yang menjadi penanda semangat forum hari itu:
“Belajar adalah langkah awal. Tetapi keberanian menerapkan ilmu adalah awal dari perubahan. Saya ingin melihat bapak-ibu bukan hanya hadir di ruangan ini — tetapi hadir sebagai pelaku usaha yang baru, lebih siap, lebih tertata, dan siap bersaing.”
Dengan lonjakan antusiasme peserta dan keseriusan pemerintah, Makassar kini bergerak semakin cepat menuju ekosistem industri yang kokoh, terukur, dan siap menembus pasar yang lebih luas.

