Newskata.com-Makassar — Jumat, 5 Desember 2025. Aula Kecamatan Mariso berubah menjadi ruang penuh keharuan pagi itu. Bukan sekadar acara seremonial, tetapi sebuah perpisahan yang menyisakan jejak mendalam bagi seluruh keluarga besar Kecamatan Mariso. Setelah puluhan tahun mengabdi, Mustohak Ali, S.E, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat, resmi melepas masa tugasnya pada November 2025—meninggalkan rekam jejak yang sulit tertandingi.
Dipimpin langsung oleh Camat Mariso Aswin Kertapati Harun, S.STP., M.Si., acara purna bakti terasa begitu hangat sekaligus menggetarkan. Hadir pula Sekcam Mariso, unsur Trantib, pejabat struktural, dan seluruh staf kecamatan yang memadati aula dengan wajah yang tak dapat menyembunyikan kesedihan.
Camat Mariso: “Beliau adalah cermin integritas.”
Dalam sambutan yang sarat emosi, Camat Aswin menyampaikan penghormatan mendalam kepada sosok yang selama ini dikenal ramah, disiplin, dan menjadi rujukan senior bagi pegawai muda.
“Hari ini Kecamatan Mariso melepas bukan hanya seorang pejabat, tetapi seorang teladan. Pak Mustohak adalah cermin integritas—beliau bekerja dengan hati, penuh pengabdian, dan selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Kami sangat berterima kasih atas seluruh dedikasinya,” ujarnya dengan suara yang sempat bergetar.
Ucapan itu langsung disambut tepuk tangan panjang, namun banyak mata yang mulai berkaca-kaca.
Air Mata Penghormatan dan Wajah-Wajah yang Enggan Berpisah
Suasana berubah semakin emosional ketika para pegawai, satu per satu, menghampiri Mustohak Ali.
Ada yang menyalami sambil menunduk dalam, ada yang menahan air mata, bahkan ada yang akhirnya tak mampu menyembunyikan tangis haru.
Bagi banyak staf, Mustohak bukan hanya rekan kerja—ia mentor, ayah, sekaligus sahabat yang selalu menghadirkan ketenangan ketika kantor dipenuhi tekanan pekerjaan.
Cenderamata, Doa, dan Kenangan yang Tak Akan Pudar
Sebagai bentuk penghargaan, Kecamatan Mariso menyerahkan cenderamata kepada Mustohak Ali.
Momen itu menjadi simbol bahwa jasa, kebaikan, dan dedikasinya tidak akan pernah hilang dari ingatan institusi yang ia cintai.
Setelah foto bersama, ruangan kembali bergema oleh doa-doa tulus yang dipanjatkan untuk kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan beliau di masa purna bakti.
Mariso Tak Berhenti Mengabdi—Teladan Beliau Menjadi Fondasi
Pemerintah Kecamatan Mariso menegaskan bahwa semangat pengabdian Mustohak Ali akan menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebuah masa telah ditutup, tetapi jejak pengabdian Mustohak Ali akan terus hidup dalam kultur pelayanan Kecamatan Mariso.

