Newskata.com-Makassar — Dinas Koperasi dan UKM (DISKOP UKM) Kota Makassar terus meneguhkan perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Melalui Program Inkubator UMKM, ratusan pelaku usaha berhasil dijaring dan dibina secara berjenjang untuk naik kelas, memperkuat fondasi usaha, hingga siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Program ini dirancang komprehensif, mulai dari pra-inkubasi, inkubasi, hingga akselerasi usaha. Sepanjang tahun 2025, tercatat 955 UMKM resmi bergabung dan mendapatkan pendampingan intensif. Angka ini menjadi bukti tingginya antusiasme pelaku usaha terhadap program pembinaan berkelanjutan yang dihadirkan Pemerintah Kota Makassar.
Dari sisi sektor usaha, kuliner masih mendominasi dengan 312 UMKM, disusul sektor fashion sebanyak 50 UMKM, serta snack kemasan 43 UMKM. Dominasi sektor makanan dan produk konsumsi ini mencerminkan besarnya potensi ekonomi lokal yang terus tumbuh dan menjadi tulang punggung UMKM di Kota Makassar.
Tak hanya itu, sepanjang tahun berjalan, Inkubator UMKM Makassar telah menjangkau lebih dari 3.000 pelaku usaha melalui berbagai pelatihan tematik, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, hingga penguatan strategi pemasaran.
Pada aspek legalitas dan daya saing produk, Inkubator UMKM Makassar juga menunjukkan capaian signifikan. Tercatat 90 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan 89 sertifikat halal berhasil difasilitasi, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas peluang UMKM menembus pasar yang lebih kompetitif.
Layanan konsultasi usaha menjadi program yang paling diminati. Tiga topik konsultasi teratas meliputi pengembangan produk, digital marketing, serta manajemen SOP dan sistem bisnis, yang dinilai krusial dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Dukungan terhadap visual dan promosi produk juga menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025, Inkubator UMKM Makassar telah mencetak 125 desain kemasan UMKM serta memfasilitasi foto produk untuk 129 UMKM, guna meningkatkan daya tarik dan kualitas pemasaran, khususnya di platform digital.
Tak kalah penting, 67 kemitraan strategis berhasil dijalin dengan berbagai lembaga, membuka akses pasar, jejaring bisnis, hingga peluang kolaborasi yang lebih luas bagi UMKM binaan.
Manager Inkubator Bisnis Makassar, Khairul Umam, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh DISKOP UKM Kota Makassar serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah, sepanjang 2025 program-program yang kami rencanakan dapat terlaksana dengan baik. Ke depan, kami juga akan mengembangkan Inkubator UMKM menjadi Inkubasi Bisnis, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi pelaku usaha dan bisnis di Kota Makassar,” ujar Khairul.
Dengan capaian ini, Program Inkubator UMKM Makassar kian menegaskan diri sebagai motor penggerak UMKM naik kelas, sekaligus fondasi kuat dalam membangun ekonomi lokal yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

