Instagram resmi futsal indonesia Foto timnasfutsal
Newskata.com- Sejarah akhirnya bertekuk lutut. Di sebuah malam yang akan dikenang lama oleh pencinta futsal nasional, Timnas Futsal Indonesia menuliskan bab teragungnya di SEA Games 2025. Bukan sekadar menang—Indonesia mengguncang Asia Tenggara, mempermalukan raksasa futsal Thailand dengan skor telak 6-1, dan merebut medali emas yang selama hampir dua dekade hanya berputar di tangan lawan.
Nonthaburi Sports Complex Gymnasium menjadi saksi bisu saat dominasi Thailand runtuh tanpa ampun. Tim tuan rumah yang selama ini tak tersentuh—lima kali berturut-turut merebut emas sejak futsal dipertandingkan—dipaksa menunduk oleh keberanian dan ketajaman Garuda.
Di bawah kendali dingin Hector Souto, Indonesia tampil bukan sebagai penantang, melainkan algojo sejarah.
Gol pembuka lewat titik putih yang dieksekusi Firman Ardiansyah membungkam ribuan pendukung tuan rumah. Saat itulah mental Thailand mulai runtuh. Tak lama berselang, Syauqi Saud menggandakan keunggulan, seolah mengirim pesan: malam ini bukan milik mereka.
Babak kedua menjadi panggung kehancuran total. Samuel Eko, Dewa Rizki, dan Ardiansyah Nur bergantian mencabik pertahanan Thailand. Skor 5-0 terpampang tanpa belas kasihan, sebelum satu gol hiburan tak berarti mengubah kenyataan pahit sang juara bertahan.
Kemenangan ini terasa jauh lebih dari sekadar emas. Ini adalah balas dendam yang lunas. Empat tahun silam, Indonesia harus menelan pil pahit di final SEA Games 2021. Kini, luka itu ditebus dengan kemenangan paling brutal dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Perjalanan menuju tahta pun bukan kisah instan. Indonesia sempat tersandung oleh Vietnam, kalah tipis 0-1. Namun justru dari titik itulah karakter sejati Garuda lahir. Kemenangan atas Malaysia menjadi bara, dan duel terakhir melawan Thailand menjadi api yang membakar segalanya.
Dengan koleksi poin yang sama, Indonesia berdiri paling atas berkat keunggulan head-to-head—sebuah simbol bahwa Garuda tak hanya menang skor, tetapi juga menang mental dan strategi.
Malam itu, futsal Indonesia tidak hanya merebut emas. Indonesia merebut harga diri, mematahkan hegemoni, dan mengirim pesan keras ke Asia Tenggara: era baru telah dimulai.
Dan untuk pertama kalinya sejak 2007, futsal SEA Games tak lagi berbicara tentang Thailand.
Ia berbicara tentang Indonesia.

