Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
NEWSKATA, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin himbau agar masyarakat untuk bersiaga hadapi cuaca ekstrem kedepan terkhususnya banjir susulan di Kota Makassar. (22/1/2026)
Cuaca ekstrem kali ini berpotensi menimbulkan berbagai risiko seperti banjir, pohon tumbang, hingga gangguan kelumpuan aktivitas masyarakat, terkhusus pada pengguna jalan serta warga di wilayah pesisir.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan kembali untuk seluruh warga berupaya meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah dan berkendara di tengah cuaca buruk.
“Kami sudah menetapkan status siaga untuk mengantisipasi potensi dampak yang lebih luas. jelas keselamatan warga merupakan prioritas kami untuk dijaga,” Ungkap Munafri, kepada awak media di kantor Balai Kota Makassar, Rabu (21/1/2026).
Munafri mengatakan, intensitas cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tergolong berbahaya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pohon tumbang yang tidak hanya patah, tetapi tercabut hingga ke akar.
“Cuaca saat ini relatif ekstrem. Kalau kita lihat kondisi saat ini ada beberapa pohon-pohon yang tumbang, saat ini kita butuh kesiagaan tinggi untuk menyikapi apa saja yang akan terjadi kedepannya, Makassar hari ini berada dalam posisi siaga,” sambungnya.
Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar akan menyampaikan himbauan informasi dan prediksi cuaca dari yang menyebutkan bahwa wilayah Kota Makassar dan sekitarnya yang masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, disertai angin kencang dalam rentan waktu lama ke depan.
Munafri juga meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kewilayahan, khususnya camat dan lurah, untuk tetap aktif memantau dan memperhatikan kondisi di wilayah masing-masing.
“Langkah antisipatif ini penting, guna memastikan respons cepat apabila terjadi genangan banjir, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga,” tutupnya.
Pemerintah Kota Makassar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan dampak cuaca ekstrem, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi cuaca dari BMKG serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar.

