Presiden RI ke-6, (Republika)
NEWSKATA, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia ke-6 Periode 2004-2014 turut memberikan komentar akan situasi politik dunia yang sedang memanas. Kamis (22/1/2026)
Hal ini disampaikan melalui Akun pribadi Media Sosial (Medsos) X atau eks Twitter SBY @SBYudhoyono dalam cuitan yang ditulisnya berisi harapan tentang semakin dekatnya kita pada P*rang Dunia ke-3 (PD3),
Dalam tulisannya SBY Mengatakan sebagai seorang yang puluhan tahun mengamati dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, SBY cemas akan terjadinya Prahara besar, Apalagi Prahara yang dimaksud ialah P*rang Dunia ketiga.
Menurutnya P*rang Dunia ketiga sangat mungkin untuk terjadi, meskipun ia percaya bahwa hal mengerikan tersebut dapat dicegah, apalagi telah ada beberapa perang yang menjadi catatan sejarah untuk dapat dipelajari tentang resiko yang dapat terjadi hingga kepunahan umat manusia tidak dapat dicegah bila mana hal tersebut terjadi.
“Situasi dunia menjelang terjadinya p*rang seperti halnya pada tahun pertama (1914-1918) dan kedua (1939-1945), sebab terjadinya memiliki kesamaan dengan situasi saat ini,” Ungkap SBY
SBY juga menanyakan bahwa sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadi hal ini, tetapi masihkah kita memiliki kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah p*rang ini akan terjadi?
Dalam pandangannya kemungkinan bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya menghadapi kondisi saat ini, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya.
“Saya secara pribadi berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya p*rang dunia serta penggunaan s*njata nuklir itu tidak terjadi”, Harapannya
SBY juga menuliskan pesan di akhir paragraf cuitannya, dan mungkin saja pemimpin dunia saat ini tersadar akan resiko yang dihadapi umat manusia dikala hal ini pecah.
“Bagai berseru di padang pasir, yang artinya tak akan diindahkan. tetapi hal ini menjadi awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia, untuk menyelamatkan bumi yang kita cinta saat ini. Ingat, If there is a will, there is a way“. tutupnya

