Newskata.com-Jakarta — Gemerlap cahaya dan nuansa merah keemasan memenuhi ruang megah Djakarta Theater saat Partai Demokrat menggelar Perayaan Imlek Nasional 2026. Mengusung tema “Harmoni Nusantara – Together in Harmony, Stronger in Solidarity,” perhelatan ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan panggung kebangsaan yang menegaskan kembali makna persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Di tengah atmosfer penuh optimisme itu, Tim Partai Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) tampil memperkuat pesan inklusivitas. Ketua Umum DPP PDRI, Vitri Cahyaningsih, hadir langsung didampingi Wakil Ketua Humas dan Media DPP PDRI, Sitti Nurbaya, serta Wakil Sekretaris Humas dan Media, Puspita Sari. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen perempuan dalam merawat dialog kebangsaan dan membangun komunikasi politik yang kolaboratif.
Sorotan publik juga tertuju pada kehadiran Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Deretan tokoh masyarakat dan pengusaha nasional turut memadati acara, mempertegas bahwa Imlek bukan hanya perayaan etnis, melainkan perayaan kebangsaan.
Puncak malam itu hadir dalam momen yang memukau: lelang lukisan karya SBY yang dibuat khusus menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Sapuan warna dan komposisi yang energik memancarkan optimisme, daya juang, dan harapan baru bagi Indonesia. Dalam suasana penuh antusiasme, palu lelang akhirnya diketuk pada angka fantastis Rp6,5 miliar. Lukisan tersebut dimenangkan oleh pengusaha nasional terkemuka, Low Tuck Kwong. Seluruh hasil lelang disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial—sebuah pesan kuat bahwa solidaritas tak berhenti pada simbol, melainkan menjelma aksi nyata.
Bagi PDRI, momentum ini lebih dari sekadar partisipasi protokoler. Ini adalah langkah strategis memperkuat positioning organisasi perempuan dalam lanskap politik nasional yang menjunjung toleransi, kesetaraan, dan nilai kemanusiaan. Dalam harmoni warna-warni Imlek, PDRI membaca pesan besar: bahwa jejaring kebangsaan harus terus dirawat dengan empati dan kolaborasi lintas elemen bangsa.
Dengan semangat Harmoni Nusantara, PDRI menegaskan tekadnya untuk terus menjadi bagian dari arus besar persatuan—menguatkan solidaritas, merajut keberagaman, dan memastikan bahwa Indonesia melangkah ke masa depan dengan fondasi inklusif dan berkeadilan.

