NEWSKATA.COM, Makassar – Dugaan pemulangan pasien perempuan berinisial AD (55) yang disebut masih dalam kondisi belum sadar dari RS Stella Maris Makassar menuai sorotan publik. Tokoh Pemuda Makassar, Sardi, mendesak agar kasus tersebut segera mendapat penjelasan dan penelusuran serius dari pihak terkait.
Sardi yang juga merupakan warga Pulau Kodingareng di wilayah Kepulauan Sangkarrang menilai peristiwa tersebut sangat memprihatinkan, terlebih jika benar pasien dipulangkan dalam kondisi belum sadar hingga kondisinya memburuk saat tiba di rumah.
“Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan pasien. Jika benar ada pasien yang dipulangkan dalam kondisi belum sadar, maka hal ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa,” tegas Sardi.
Menurutnya, masyarakat kepulauan memiliki perjuangan yang jauh lebih berat ketika harus mendapatkan pelayanan kesehatan di kota. Selain harus menempuh perjalanan laut menuju Makassar, warga kepulauan juga mengeluarkan biaya besar dan menggantungkan harapan penuh pada pelayanan rumah sakit.
“Warga kepulauan datang ke kota dengan harapan mendapatkan penanganan terbaik. Jangan sampai justru muncul kesan bahwa keselamatan pasien tidak menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Sardi juga meminta pihak rumah sakit memberikan klarifikasi resmi terkait prosedur medis yang menjadi dasar pemulangan pasien tersebut. Ia menilai transparansi sangat penting agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap layanan kesehatan.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah serta instansi kesehatan untuk turun tangan melakukan penelusuran terhadap dugaan kelalaian pelayanan medis dalam kasus ini.
“Jika memang ada kesalahan prosedur, maka harus ada evaluasi bahkan pertanggungjawaban. Kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Sardi berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh fasilitas kesehatan agar pelayanan terhadap masyarakat, termasuk warga kepulauan, benar-benar mengedepankan profesionalitas, kehati-hatian, dan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

