NEWSKATA.COM – JAKARTA – Bure Satria Mantan Ketua Gekrafs Sulsel menyampaikan keberatan atas pernyataan Said Didu terkait anggaran Event Organizer (EO) pemerintah Rp50 triliun dan menuding industri EO sebagai tempat korupsi yang paling aman.
Bure menilai tanggapi statement Said Didu perihal Event Industri Organizer merupakan sarang “korupsi”, saya menghormati pandangan beliau sebagai tokoh nasional, namun Pak Said sepertinya belum sepenuhnya paham monetisasi industri kreatif.
Lanjutnya, informasi kepada publik seharusnya didasarkan pada data yang dapat di pertanggungjawabkan
“Menyebut EO sebagai tempat korupsi saat industri ini baru saja merangkak naik setelah dua tahun mati suri akibat pandemi adalah narasi yang tidak punya empati,” ucapnya ditulis Kamis (4/4/2026).
“Para pelaku EO bertahan di tengah badai pemangkasan dan efisiensi anggaran pemerintah”.
Dia menyayangkan narasi tersebut muncul dan buta terhadap realita penderitaan pelaku industri pasca pandemi.
“Kami bertahan saja sudah bagus, apalagi dituduh menelan uang negara puluhan triliun,” tuturnya.
Ia menambahkan, industri event memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional serta melibatkan jutaan tenaga kerja, baik formal maupun informal.
Karena itu, setiap pernyataan yang berpotensi menimbulkan stigma negatif dinilai perlu disertai data yang jelas dan terverifikasi.
Bure yang juga seorang pengancara di Jakarta ini meminta Said Didu membuka sumber data terkait klaim Rp30 triliun sampai Rp 50 triliun atau menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pekerja industri event.

