Newskata.com-Makassar — Ratusan Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Makassar resmi mengikuti Diklat Peningkatan Kompetensi SDM yang digelar selama tiga hari, sejak 27 hingga 29 November 2025 di Aula Bantimurung Gedung KPKNL Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju koperasi modern, transparan, dan berdaya saing di tengah transformasi ekonomi digital.
Sebanyak 306 peserta yang terdiri dari ketua dan sekretaris koperasi dibagi dalam tiga angkatan, masing-masing 102 orang, mengikuti program pelatihan ini dengan penuh antusias. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan koperasi melalui Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi dan UKM RI Tahun 2025, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.
Acara pembukaan diklat angkatan tiga dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Drs. Zainal Ibrahim, M.Si.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran pengurus sebagai penggerak utama koperasi:
“Koperasi tidak boleh hanya ada dalam dokumen. Ia harus hidup, bergerak, dan memberi manfaat nyata. Pengurus bukan sekadar jabatan—mereka adalah motor penggerak kesejahteraan masyarakat.”
Materi Pelatihan: Dari Tata Kelola hingga Digitalisasi
Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik melalui simulasi, studi kasus, diskusi kelompok, hingga penggunaan aplikasi koperasi. Fokus materi mencakup:
- Manajemen dan tata kelola koperasi yang akuntabel
- Penyusunan program kerja dan laporan keuangan profesional
- Transformasi digital melalui sistem pembukuan dan aplikasi simpan pinjam
- Penguatan kepemimpinan, komunikasi, dan pelayanan anggota
Tujuan utamanya ialah meningkatkan kapasitas pengurus agar mampu menjawab tuntutan era modern, termasuk transparansi, efisiensi, dan keterbukaan informasi bagi anggota.
Harapan: Koperasi Lebih Maju, Anggota Lebih Sejahtera
Melalui diklat ini, pemerintah berharap lahir pengurus koperasi yang kredibel, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum memperkuat kembali jati diri koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
Dari pelatihan ini, sebuah pesan mengemuka:
“Koperasi harus dikelola dengan hati, dijalankan dengan jujur, dan dikembangkan dengan inovasi—agar manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat.”
Dengan pelaksanaan diklat ini, Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Makassar diharapkan memasuki babak baru—lebih profesional, lebih modern, dan lebih berdampak pada kesejahteraan ekonomi warga.
Makassar bergerak. Koperasi bangkit. Ekonomi kerakyatan semakin kuat.

