Newskata.com-Makassar — Arah politik kepemudaan di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Suasana mulai memanas jelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) dan Musyawarah Daerah (MUSDA) XVI DPD KNPI Sulawesi Selatan, di mana momentum penentuan nakhoda baru organisasi kepemudaan terbesar ini resmi dimulai.
Panitia pelaksana mengumumkan bahwa pendaftaran bakal calon Ketua DPD KNPI Sulsel akan dibuka besok, Ahad, 7 Desember 2025 — dan hanya berlangsung satu hari. Keputusan yang dianggap oleh sebagian pihak sebagai langkah tegas untuk memastikan hanya figur yang benar-benar siap yang akan maju.
Ketua Organizing Committee, Idham Raihutama, menegaskan bahwa mekanisme pencalonan tidak boleh melenceng dari marwah organisasi.
“Pendaftaran terbuka untuk semua kader KNPI, namun harus tetap taat pada regulasi organisasi. Setiap bakal calon wajib memenuhi persyaratan sesuai PO No. 3 Tahun 2022,” ujarnya dengan nada tegas.
Tidak hanya regulasi pokok organisasi, panitia juga menyisipkan syarat administrasi teknis tambahan. Langkah ini disebut sebagai upaya menjaga proses tetap tertib, akuntabel, dan bebas dari chaos politik yang kerap terjadi dalam momentum musyawarah daerah KNPI.
Mulai dari mekanisme registrasi, biaya pengambilan formulir, ketepatan waktu, hingga tata cara pengajuan berkas — semuanya sudah dikunci panitia untuk menghindari tafsir bebas dan intervensi kepentingan.
Untuk akses informasi teknis, Panitia menunjuk Sekretaris OC, Illham Adam, sebagai penghubung resmi bagi seluruh pihak yang ingin bertarung memperebutkan kursi Ketua KNPI Sulsel. Ia dapat dihubungi melalui kontak resmi panitia: 0813-4369-3008.
Di tengah dinamika politik kepemudaan yang mulai bergejolak, panitia mengingatkan agar para kandidat tidak datang dengan persiapan setengah matang.
“Waktunya sangat singkat. Kami harap semua calon yang berniat maju sudah menyiapkan dokumen sejak hari ini,” tegas panitia melalui rilis resmi.
Dengan dibukanya pendaftaran ini, aroma kompetisi perebutan kepemimpinan KNPI Sulawesi Selatan mulai terasa. Para figur kuat, jaringan OKP, hingga poros kepentingan mulai menyiapkan strategi.
Siapapun yang maju — bukan hanya berkontestasi untuk jabatan, tetapi untuk menentukan arah gerak pemuda Sulsel dalam beberapa tahun ke depan.
Pertanyaannya kini tinggal satu: siapa yang berani maju, dan siapa yang sanggup menang?

