Newskata.com-Makassar, 17 Desember 2025 – Pemerintah Kota Makassar menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 sebagai momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika, Sekretaris Daerah Kota Makassar, mantan Wali Kota Makassar periode 2004–2014 Ilham Arif Sirajuddin, unsur Forkopimda, serta seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar, Rabu (17/12/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa Refleksi Akhir Tahun merupakan forum strategis untuk menilai secara objektif capaian kinerja pemerintah daerah sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan langkah perbaikan pelayanan publik ke depan.
Pada kesempatan tersebut dipaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Tahun 2025 yang menunjukkan tren positif peningkatan pelayanan publik di Kota Makassar. Berdasarkan riset Parameter Publik Indonesia, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kota Makassar Tahun 2025 mencapai 81,761 persen, atau mengalami peningkatan sebesar 1,291 poin dibandingkan Tahun 2022 yang berada pada angka 80,470 persen.
Pemaparan hasil riset disampaikan langsung oleh Ras MD dari Parameter Publik Indonesia, dengan melibatkan seluruh tim peneliti dan tim ahli. Pada kesempatan yang sama, Dr. Adi Suryadi Culla turut memaparkan analisis terkait dampak berbagai permasalahan perkotaan terhadap kualitas pelayanan publik.
Ras MD menjelaskan bahwa survei SKM dilaksanakan secara objektif, terukur, dan independen, serta mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017sebagai pedoman teknis pelaksanaan SKM.
Menurutnya, hasil riset disusun berdasarkan metodologi ilmiah dengan responden masyarakat yang secara langsung menerima layanan pemerintah. Ia menegaskan bahwa perbedaan persepsi atas hasil survei merupakan hal yang wajar, namun data yang disajikan adalah cerminan nyata kondisi pelayanan publik.
“Data ini bukan untuk menyenangkan semua pihak, melainkan sebagai bahan refleksi bersama. Bagi sebagian mungkin terasa belum maksimal, bagi yang lain sudah memuaskan. Namun inilah realitas yang harus dijadikan dasar perbaikan pelayanan ke depan,” ujar Ras MD.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tim ahli bertujuan memastikan proses riset berjalan akurat dan independen, sehingga hasil SKM dapat menjadi kompas kebijakan bagi Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali menegaskan bahwa capaian SKM Tahun 2025 harus diterima sebagai bahan evaluasi menyeluruh oleh seluruh perangkat daerah, baik di tingkat SKPD maupun hingga ke wilayah kecamatan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Namun refleksi akhir tahun ini mengingatkan kita bahwa peningkatan pelayanan publik harus dilakukan secara berkelanjutan dan merata, termasuk hingga ke tingkat kewilayahan,” tegasnya.
Hasil SKM Tahun 2025 mencakup penilaian terhadap urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib nonpelayanan dasar, urusan penunjang, serta urusan pemerintahan kewilayahan. Pada level kecamatan, Kecamatan Mariso mencatat capaian menonjol dengan nilai 82,651 dan masuk dalam kategori BAIK.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kecamatan Mariso berjalan positif dan konsisten, sekaligus menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat, responsif, dan sesuai regulasi.
Melalui Refleksi Akhir Tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Makassar diharapkan semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, dengan kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan publik, termasuk Kecamatan Mariso.

