Newskata.com-Makassar — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menata masa depan ekonomi kerakyatan. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Pemkot menggelar High Level Meeting (HLM) Satuan Tugas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai forum strategis penentu arah, bukan sekadar agenda seremonial.
Pertemuan tingkat tinggi ini digelar pada Rabu, 24 Desember 2025, di Novotel Makassar Grand Shayla, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Ujung Pandang. Forum tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyatukan langkah, menguatkan komitmen, dan menegaskan posisi KKMP sebagai fondasi ekonomi rakyat di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa HLM ini menjadi ruang konsolidasi strategis agar tidak ada lagi tafsir berbeda dalam menjalankan program Koperasi Kelurahan Merah Putih.

“Koperasi tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan orkestrasi lintas sektor agar KKMP benar-benar tumbuh sebagai pilar ekonomi kerakyatan, bukan sekadar nama program,” tegas Arlin.
Ia menekankan, kolaborasi antarinstansi merupakan kunci mutlak dalam mempercepat penguatan kelembagaan, operasional, hingga keberlanjutan koperasi di tingkat kelurahan. Tanpa sinergi, koperasi akan sulit menjawab tantangan ekonomi masyarakat secara konkret.
High Level Meeting ini berpijak pada landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, hingga berbagai Instruksi dan Keputusan Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dukungan kebijakan daerah serta alokasi pendanaan juga menjadi instrumen penting yang menopang jalannya program strategis ini.
Lebih dari sekadar forum diskusi, HLM KKMP bertujuan menyusun strategi operasional yang terukur, memperkuat kapasitas pengurus koperasi, sekaligus memastikan setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya. Harapannya, koperasi kelurahan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Forum ini juga diharapkan melahirkan komitmen bersama yang konkret, bukan retorika, demi menjamin keberlanjutan program KKMP sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berkeadilan.
Sebanyak 70 peserta hadir dalam pertemuan strategis tersebut, terdiri dari Satuan Tugas KKMP Kota Makassar, perwakilan BUMN, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Kodim 1408 Makassar, Polrestabes Makassar, PT Agrinas Pangan Nusantara, serta Project Management Officer (PMO) KKMP.
Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis melalui pemaparan materi kunci, diskusi panel yang kritis, hingga sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman. Seluruhnya dirancang untuk memastikan KKMP tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi kekuatan ekonomi riil di akar rumput.
Dengan langkah ini, Makassar kembali menegaskan diri: ekonomi kerakyatan bukan slogan, tetapi agenda serius yang sedang dibangun dari kelurahan.

