Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Ali Khamenei.
Newskata.com, Teheran — Republik Islam Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara itu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Penunjukan tersebut diputuskan oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak terjadinya Revolusi Islam Iran 1979. Ia dikenal sebagai ulama konservatif yang selama ini memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Iran, meski jarang tampil di ruang publik.
Setelah penunjukan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kesetiaannya dan siap mendukung kepemimpinan Mojtaba dalam menjaga stabilitas serta melanjutkan agenda revolusi Iran.
Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei kini memegang otoritas tertinggi dalam struktur pemerintahan Iran, termasuk pengaruh besar terhadap kebijakan militer, keamanan, dan program strategis negara seperti program nuklir.
Penunjukan putra dari pemimpin sebelumnya ini juga memicu sorotan internasional, karena dianggap sebagai salah satu suksesi kekuasaan paling kontroversial dalam sejarah politik Iran sejak revolusi 1979.

